Mencari Kebenaran di Arab dan Israel

“Hal pertama yang menghantam anda (seperti tendangan di selangkangan) saat semua meneliti konflik Arab dengan Israel adalah merasa tidak kristiani ketika semua orang yang terlibat didalamnya telah mengambil sumpah untuk menjadi bodoh dan berfikiran tertutup. Konflik Arab (Palestina) dengan Israel membuat orang cerdas menjadi tolol, orang sensitif menjadi brutal dan pikiran yang terbuka menjadi fanatik dengan otak binatang” (Ron David, dalam bukunya “Arab and Israel”, hal 2,)
“’……dengan kata lain : saya bersumpah demi semua yang saya percaya_demi kubur ayah dan tawa ibu, demi suara Caruso dan ‘Burung Yahudi’ Malamud dan lemparan bola Magic Johnson yang tanpa melihat__sungguh, saya heran bagaimana orang yang berfikiran adil dengan IQ diatas lima puluh bisa percaya dengan apa yang terjadi di Timur Tengah menurut versi Zionis alias Israel alias Yahudi__dan dengan apa yang terjadi sekarang” (Ron David, dalam bukunya “Arab and Israel”, hal 2, Bagian Intim sang Raja)
Demi Allah SWT, saya dalam sedikit keputusasaan. Saya menyaksikan terhadap sesuatu yang tidak bisa saya perbuat untuk menjadi lebih baik. Palestina tidak pernah lepas dari mata manusia yang mau mengerti penderitaan jutaan manusia lain.
Dan apa yang saya kutip diatas adalah bagian awal dari buku yang belum secara sempurna saya baca, karya Ron David. Dia berbicara dari hati-ke hati, ungkapan, mungkin ledakan emosi melalui tulisan. Dia tidak ingin menjadi kebanyakan orang yang tidak mau mengakui kebrobrokan manusia bejad di muka bumi, Israel. Secara terang-terngan dia mengutip, dengan bahasa apapun (dengan tuduhan kasar sekalipun) didalam buku terhadap pihak yang kotor sesuai fakta yang dia tahu. Dia tidak menjadi penulis yang munafik, tidak sekedar melindungi kepentinganya, berada pada posisi yang netral, melihat fakta, dan mengungkap kebenaran. Ron David, saya tidak tahu dia yahudi, Nasrani, muslim atau atheis. Namun, silahkan anda pertimbangkan sendiri dari kutipan diakhir bukunya, Arab and Israel :
” Apa yang saya inginkan : meskipun Israel tidak menguntungkan bagi siapapun, termasuk orang-orang yahudi, saya tidak berharap Israel akan lepas dari Timur Tengah. Jadi, apa yang saya inginkan?
…..saya ingin beberapa orang yahudi Amerika ternama, khususnya mereka yang saya hormati seperti Philip Roth, Susan Sontag, Norman Mailer, Grace Parley (anda sudah melakukan sebagian besar dari itu), Woody Allen, Max Apple, Doctorow, dan lusinan orang lainya—yang ‘mengajarkan saya semuanya’, untuk bangkit dan berkata, ”Mari kita berhenti berdusta pada dunia—dan pada diri kita sendiri : kami mencuri palestina. Kami mencurinya. Bahkan jika kami memberi penduduk palestina ’otonomi’ atau ’penentuan nasib sendiri’ atau Tepi Barat’ atau Negara Palestina, kami tetap mencuri sebagian besar negara mereka”
”Marilah kita setidaknya memulai dengan menceritakan kebenaran”

Apa yang bisa saya pahami adalah sang penulis berusaha menjelaskan segamblang mungkin kepada mereka yang menutup diri dari kebenaran, para nasrani dan penganut lain, terkecuali Islam, bahwa apa yang sudah mereka lakukan adalah salah. Jangan lagi berdusta, bahwa seharusnya mereka juga membela yang benar, membela Palestina, namun apa yang terjadi di muka bumi, mereka menutup mata, hati, telinga rapat-rapt seolah tidak tahu tentang apa yang sedang terjadi pada kaum yang sebagian adalah muslim. Saya ulangi lagi kutipan dari Ron David :
”Marilah kita setidaknya memulai dengan menceritakan kebenaran”

Apakah ini konflik antar agama?
Dosa apa orang Islam hingga selalu di fitnah dari saat perang salib hingga konflik Israel-Palestina sekarang yang tiada henti?

Memang, konflik di Timur Tengah saat ini adalah bukan konflik antar agama, namun : kedua belah pihak yang berseteru, Israel-Palestina, ditambah Inggris(+sekutu-sekutunya) adalah secara dominan berbeda dalam agama. Yang membuat orang cerdas menjadi tolol, orang sensitif menjadi brutal dan pikiran yang terbuka menjadi fanatik dengan otak binatang.
Kita harus menengok kebelakang untuk melihat kebenaran dan kekotoran Israel, bahwa memang dahulu dunia sempat memanas ditengah tiga agama besar yang berseteru Islam-Kristen dan Yahudi. Diakhiri dengan pihak yahudi yang kocar-kacir mencari jati diri, mencari tempat mendirikan negeri, dan menagih tanah yang dijanjikan dengan tanpa menunggu mesih, yaitu tanah yang sekarang mereka tempati dan mungkin ditambah dengan sisa negeri palestina. Yahudi memang sempat menghuni 200-an tahun silam, tapi itu dulu, tanpa yang namanya negara dan nasionalisme, sekedar manusia yang terdampar dan berlindung dari kejaran musuh di Mesir. Yahudi yang sempat tidak diterima atau dikucilkan dari Eropa, Amerika, dan Rusia serta tidak direstui pula kehadiran mereka terlebih lagi untuk mendirikan negara disana. (apabila yahudi tetap dibiarkan bermukim di Eropa, maka itu adalah ancaman bagi peradaban eropa_kristen)
Disisi yang berbeda: Inggris; Prancis;dll memiliki misi lain, yaitu memecah kekuasaan ottoman sebelum kejayaan Islam terulang. Cara mereka adalah dengan memprovokatori negara arab dibawah kekuasaan ottoman untuk memberontak dan melepaskan diri dari ottoman. Arab diberi janji oleh inggris untuk merdeka, termasuk palestina. Namun fakta berbicara berbeda, zionis dibiarkan oleh Inggris untuk masuk ke Palestina dan mendirikan negara disana, bahkan untuk memperluasnya. (mamang janji kaum seperti mereka jarang yang benar, demokrasi yang diagung-agungkan pun tidak terbukti adil bagi palestina_pelajari kehendak rakyat berupa komisi king crane oleh woodrow wilson th 1919). Dengan kata lain bagi bangsa eropa dan mereka penyembah demokrasi : ”kami biarkan yahudi ke Palestina, yang penting hengkang dari eropa, dan tidak mengancam peradaban leluhur kami, konflik biarkan terjadi antar bangsa yang berbeda, antar agama yang berbeda, dan ini pasti seru!”
Jadi : ini bukan konflik antar agama. Hanya konflik antar pihak yang berbeda agama dan konflik tersebut dimanfaatkan atau diharapkan oleh pihak lain (negara barat) yang juga berbeda agama.
Hanya saja pada akhirnya, solidaritas umat Islam di bumi inilah yang memetakan sendiri untuk mengkhususkan konflik tersebut. Masalah agama memang sangat sensitif. Pada akhirnya sikap umat Islam di dunia mudah di terima oleh akal non-muslim dengan salah, yaitu ”benar itu hanya urusan mereka, kita tidak usah ikut campur, tutup mata dan hati sekalipun mulut tetap berkoar-koar tentang perdamaian di Timur Tengah”.(negosiasi sering dimotori negara barat, namun tiada hasil_karena tidak ada kehendak sampai ke situ)

Umat Islam tidak salah. Umat Islam bagi negara barat mungkin terlalu polos untuk bisa menghargai agama lain pada masanya, menerima mereka yang berbeda agama tanpa membatasi untuk bermigrasi ke tanah mereka (Palestina). Umat Islam tidak selicik mereka, dimana kecerdasn dan intelektual digunakan untuk memutarbalikkan fakta yang menjadikan kejayaan Islam masa lampu hilang.

Apa yang bodoh dari mereka yang memperjuangkan perdamaian tersebut (umat Islam)????

Sesuatu yang sangat menyedihkan bahwa umat Islam tidak menyadarinya. Umat Islam sudah secara sengaja menyebut konflik antara Palestina-Israel adalah konflik agama. Umat Islam tidak membiarkan atau memberikan kesempatan tempat kepada mereka, umat Kristen, Hindu, Budha, dsb untuk memberikan sikap yang adil. Bagaimana tidak? Ketika umat Islam menghendaki perdamaian, mereka (kaum dibawah yang banyak) hanya mengandalkan semangat jihad melalui massa. Mereka selalu menggunakan simbol-simbol agama Islam dimanapun berada, mereka meneriakkan semangat bertempur di medan perang untuk membela agama, mereka menutup diri seolah-olah ini adalah masalah mereka sendiri, mereka menuntut perdamaian namun hanya menghendaki satu pihak yang berhenti menyerang, yaitu israel (sudah pasti sulit ditermima bagi yang terlibat karena hanya menguntungkan salah satunya dan jelas-jelas memihak sebelah). Pada akhirnya masalah terkotak-kan serta terbentuk batas yang sangat jelas bahwa ini adalah urusan orang muslim.Umat Islam juga harus bisa menunjukkan sosok yang universal : disaat kita membela saudara kita yang jauh, jangan lupa juga meninggalkan saudara yang lebih dekat, papua yang terkena bencana dsb, jangan juga membela kebenaran hanya saat mereka satu agama dengan kita.
Orang nasrani dll saya yakin masih ada yang bisa berfikir mana yang benar. Namun mereka merasa pihak yang asing dalam hal ini, situasi yang menjadi tontonan bagi mereka. Bahkan situasi yang mereka sukai untuk saling melenyapkan.

Ada juga mereka yang sangkin fanatiknya terhadapa agamanya, mereka dengan kecerdasan yang tiggi tetap membela Israel (Pokoknya, mutlak, Islam adalah yang salah).
”……saya heran bagaimana orang yang berfikiran adil dengan IQ diatas lima puluh bisa percaya dengan apa yang terjadi di Timur Tengah menurut versi Zionis alias Israel alias Yahudi__dan dengan apa yang terjadi sekarang” (Ron David, dalam bukunya “Arab and Israel”, hal 2, Bagian Intim sang Raja). Sehingga konflik tetap dibiarkan begitu saja.
(bagaimana sikap anda ketika melihat dua pihak yang sama-sama musuh besar dalam hidup anda bertengkar?)

Sehingga menjadi kabur bahwa Konflik Palestina-Israel adalah konflik Universal, kejahatan kemanusiaan ataukah konflik menghancurkan agama lain.

Apa yang benar (dirasa oleh Israel) sehingga mereka berbuat demikian?
– mereka adalah manusia yang paling hina dimuka bumi. Mereka berhak hidup setelah terombang-ambing dalam penindasan di Eropa (tidak di Timur-Tengah)
– Mereka sempat menempati daerah yang sekarang Israel (Kalau ga salah Canaan pada masanya), namun itu 2000 tahun silam, dan bukan Isael namun suku/ bangsa yahudi yang singgah sebentar.
-Palestina tidak ada di dalam kamus mereka, kalau disebut palestina berarti mengakui kedaulatan mereka.
– Israel mendapat janji dan hak (bagi mereka kehendak mereka aalah hak, skalipun dengan cara membantai). Mereka diberi izin oleh Turkey Ottoman pada masanya untuk membeli tanah bukan haknya, bermigrasi, dan memperluas wilayah sebelum Palestina lepas dari Kekaisaran Ottoman. Mungkin itulah kenapa Turkey memiliki hubungan (diplomatik) yang erat dengan Zionis Israel.
– Mereka mendapat hak dari tanah yang diberikan oleh Inggris. Dan itu satu-satunya tempat melarikan diri dari pembantaian.(Deklarasi Balfour_yang pada dasarnya dulu si Balfour di suruh oleh penganut zionis fanatik chaim weizmann, bukan atas kehendak si Balfour sendiri)
-Mereka percaya akan tanah yang dijanjikan. Tanah yang subur. Sekalipun tidak di perbolehkan oleh Musa karena sudah berepenghuni.
-Bangsa Philistine dari Yunani datang setelah yahudi terdampar. (Namun bukan berarti penduduk Palestina itu orang Philistine semua kan???)

Ketidak adilan dari Palestina
– Palestina mendapat janji dari Inggris akan kemerdekaan atas ottoman termasuk melalui artikel 22 perjanjian Liga Bangsa-Bangsa. Dan kenyataanya tidak.
– Zionis dibiarkan masuk ke Palestina
-Adanya pihak Turkey Ottoman yang tidak bertanggung jawab menjual tanah orang Palestina ke Yahudi dengan paksa.
-Palestina ya milik rakyat palestina bukan zionis dan tidak ada negara di atas negara kecuali penjajahan.
-dsb

Andai Aku Menjadi Presiden……………………..

Gunakan akal pikiran kita secara jernih. Kehadiran para umat muslim Indonesia ke Palestina untuk berjihad tidaklah tepat. Sangat tidak tepat. Terlihat ceroboh dalam menilai keadaan dan menilai apa yang sebenarnya diperlukan untuk meredam konflik. Korban berjatuhan, mereka tanpa perlawanan berarti, kekurangan hanya pada persenjataan, bukan pada berapa banyak manusia yang dibutuhkan dengan bambu runcing ditanganya.
Mencari pekerjaan di negeri ini memang sulit, tapi jangan gitu dongggg?

Menempati daerah konflik, bekal sangat minim (hanya tenaga yang mungkin), menghadapi moncong-moncong tank Israel, menahan gempuran bomb-bomg Israel, sedang medis sangat terbatas, nyawa melayang, akhirnya butuh pelayanan pihak palestina, akhirnya menciptakan masalah baru. Jauh dari yang namanya solusi.

Salam Hormat

Meidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s