MUI ancang-ancang mengharamkan rokok

Nampaknya tantangan baru harus dihadapi pembuat kebijakan ekonomi di Indonesia yang mana setiap kebijakan permerintah selalu pada pencarian solusi ekonomi makro, khususnya pengentasan pengangguran. Tantangan tersebut terkait dengan persiapan MUI untuk mengeluarkan fatwa baru terkait konsumsi salah satu produk unggulan Indonesia. Kenapa saya katakan tersebut???
Rokok, barang yang oleh banyak orang sebagai media pendzaliman terhadap tubuh ternyata juga memberikan kesejahteraan bagi banyak masyarakat Indonesia. Menunjang penghidupan yang makmur senantiasa mengurangi pengangguran dengan memberikan peluang lapangan kerja baru. Tidak hanya itu, eksternalitas positif dan tanggung jawab sosial dari perusahaan rokok pun dirasakan bangsa ini, mulai dari pemberian beasiswa, sponsor event besar, amal, riset, dsb. Namun demikian, sesutu yang haram bagi ‘sebagian umat muslim’ di Indonesia tetaplah merugikan secara syari maupun kesehatan jika keberadaanya dipertahankan. Dengan kata lain, nantinya yang dihadapi pemerintah adalah kelompok besar yang menentang keberadaan rokok di Indonesia bagi muslim atau mendukung fatwa MUI (bila jadi dikeluarkan) yang mana mereka mengatasnamakan agama dalam bersuara. Hal tersebut akan menyerupai kasus lain seperti masalah Ahmadiyah, UU Pornografi, dsb. Bahkan belum apa-apa kelompok petani di Jawa mengkritik MUI dengan slogan “jangan perpecah belah kami” sebagai respon rencana dikeluarkanya fatwa tersebut.
Prediksi saya adalah apabila MUI jadi mengeluarkan fatwa tersebut, maka pemerintah akan menghadapi masalah besar layaknya kontroversi dan perpecahan dalam kasus ahmadiyah. Bahkan lebih dari itu, masalah ini akan menyinggung pada permasalahan kesejahteraan masyarakat dan melibatkan pihak yang lebih luas seperti pengusaha, investor, dan ekonom. Lantas siapa yang bertanggung jawab atas PHK buruh pabrik rokok, penurunan output prduksi nasional, Penurunan Pendapatan Daerah, dan berhentinya program-program besar besar dalam bidang sosial yang diadakan perusahaan rokok?
Oleh karena sudah ada gambaran seperti itu, rencana fatwa tersebut akan berjalan sangat alot, lama, dan penuh kontroversi. Mungkin juga beberapa kalangan pemerintah agak keberatan (intervensi) namun dengan sikap penolakan yang tidak terbaca yaitu dengan memperlambat atau mempersulit dikelurkanya fatwa dan menghindari sorotan terhadap penyelesaian masalh tersebut di depan publik. Kenapa??? sepertihalnya UU Pornografi, pemberantasan PSK, dan perjudian dibeberapa daerah sebelumnya akan mempengarui kesejahteraan sebagian masyarakat mengingat lapangan kerja banyak tercipta lewat bidang terkait dan itu sejalan dengan upaya pengentasan pengangguran walaupun dijalan yang salah. Secara jangka pendek itu lebih baik agar terlihat bahwa dimasa pemerintahan sekarang jumlah pengangguran dan kesejahteraan tidak terlalu buruk, sedangkan masalah dengan apa caranya adalah nanti menunggu sampai ada pengganti pekerjaan yang lebih layak.

Tegal, Selasa 19 Agustus 2008 23:33

Meidi

4 responses to “MUI ancang-ancang mengharamkan rokok

  1. Pingback: Telusur Blog « Marhabban Yaa Ramadhan

  2. assalaamu’alaykum

    sudah la ya,
    haramkan saja
    mudaratnya lbh banyak dari maslahatnya…

    buat umat yg jadi petani tembakau,
    tolong dicarikan solusinya, ya, anak2 FE..😛

  3. waalaykumussalam

    Iya, wis. ak setuju itu….tapi bisa2 liga djarum ga ada, copa indonesia juga kehilangan investor.. Huh

    Anak Komunikasi juga ya?

  4. tidak perlu… mudzarat tergantung dari orangnya atau tidak…

    sebagai konsumsi rokok hrs bisa mengontrol konsumsinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s