Artis Mulai Berakting Didunia Politik

Semakin banyak partai yang mengusung artis untuk dijadikan perwakilan partai dalam pencalonan di dewan perwakilan ataupun pimpinan daerah. Bagaimana sih sebenarnya fenomena tersebut bagi kemaslahatan masyarakat?Saya akan menelusuri fenomena tersebut dengan beberapa dugaan yang bisa saya tangkap.

Pada awalnya, para partai tidak sengaja menemukan kesimpulan bahwa seorang artis memiliki kelebihan dalam hal ketenaran diri dalam dunia perpolitikan. Hal itu hanya diawali oleh satu atau dua artis yang sebelumnya mencalonkan sebagai anggota dewan atau pimpinan daerah tanpa terpikirkan entah dia seorang artis atau bukan, maksudnya murni karena dia merasa memiliki kemampuan memimpin dan mewakili komunitas untuk mengaspirasikan suara. Kejadian awal tersebut membuahkan hasil yang cukup baik dalam artian artis tersebut ternyata dapat bersaing cukup baik dengan para calon lain yang sudah lebih lama terjun dalam dunia politik. Bagi mereka, politisi yang cukup cermat, dapat mengambil kejadian tersebut sebagai pelajaran berharga untuk diterapkan di partai mereka walaupun sudah tidak mengindahkan perlunya kemampuan yang tepat sebagai seorang wakil rakyat. Beberapa syarat untuk menjadi politisi yang dikenal sudah dimiliki oleh seorang artis, yaitu ketenaran diri, kemampuan untuk berperan ganda atau mendramalisir suatu keadaan.
Indikasi atau sudut pandang yang lain adalah kita harus melihat dari sisi masyarakat atau publik. Masyarakat menyediakan tempat dan sambutan yang baik bagi artis dalam banyak pencalonan, mungkin hal itu adalah bentuk ketidakpuasan ataupun kejenuhan masyarakat terhadap tingkah dan kinerja para politisi murni sehingga masyarakat semakin kebal terhadap segala bentuk kampanye dan pemikiran politisi murni. Masyarakat menganggap bahwa selalu ada kepentingan lain dari setiap kebijakan yang diambil oleh aktor politisi murni, mereka hanya mewakili golongan mereka dan ditambah lagi hasil kepemimipinan mereka yang tidak memuaskan dan cenderung saling beradu di panggung politik. Oleh sebab itu, masyarakat menaruh harapan lain kepada tokoh yang dinilai memiliki pemikiran yang belum begitu bernuansa politik sekalipun mereka lebih ahli dalam hal entertainment.

Namun demikian, pihak yang diperas ‘selalu’ masyarakat, mereka ingin tidak dibodohi namun politisi lebih pintar untuk membalikkan keadaan agar kendali ada ditangan mereka dan akhirnya masyarakat pula yang dipermainkan. Untuk menggambarkan pernyataan tersebut maka pahamilah bahwa masyarakat kurang cermat memberikan tanggapan bahwa artis terbebas dari pikiran busuk seperti halnya seorang politisi layaknya apa yang saya sampaikan sebelumnya dan artis jauh dari permainan politik yang merugikan masyarakat. Anngapan-anggapan terebut keliru mengingat artis juga ‘diusung oleh sebuah atau beberapa partai’. Pahamilah kalimat diusung tersebut. Tidak berbeda dengan ‘didelegasikan’ ataupun ‘diwakilkan’, mereka hanyalah pemanis kemasan baru dihadapan masyarakat sebab siapapun yang di wakilkan, setiap suaranya adalah desakan dari partainya demi eksistensi partai atau golongan tersebut telebih partai memiliki jasa yang besar dalam mengangkat dirinya sampai pada jabatan tertentu. Segala kebusukan politisi dalam partai akan tetap melekat. Kesimpulanya adalah, mungkin saja seorang artis lebih berbahaya ketimbang politisi murni, mereka lebih busuk dalam setiap aspirasi yang disuarakan sebab masyarakat terlena hanya pada ketenaran sedangkan seorang artis pandai dalam mendramalisir suatu keadaan atau berperan ganda yang bisa menipu atau menjadikan dirinya terlihat manis di depan publik, dtambah lagi artis tidak memiliki cukup kepandaian dalam berpolitik pada awalnya yang menjadikan mereka sebagai alat peras yang sangat mudah dekendalikan oleh segolongan politisi busuk.

Tegal, 15 Agustus 2008 : 11.53 pm

Meidi

2 responses to “Artis Mulai Berakting Didunia Politik

  1. assalaamu’alaykum,
    med, jurusanmu kan ekonomi ya med..?😛
    ngobrolin politik,
    ws kadang nda ngerti isinya,,,

  2. Waalaykumussalam..

    Hahahaha…
    Mungkin Awis belum cukup umur
    Pertama, kita semua adalah insan politik
    Kedua, bagi saya, mahasiswa manajemen, usaha ga bakal exist di negeri ini kalau buta dengan keadaan politik negera dimana pasar itu berada. Bisa2 keuntungan usaha dikuras lagi sama politisi yg ga bertanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s